Pernikahan adalah momen paling berharga bagi tiap orang. Untuk mengabadikannya kita perlu memilih fotografer yang sesuai dengan selera dan keinginan kita. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan dalam mempersiapkan pemilihan fotografer pernikahan ini. Antara lain:

1. Diskusikan dengan pasangan mengenai konsep pre-wed yang diinginkan

Pertimbangkan dengan matang dahulu bersama pasangan perihal konsep foto pre-wed yang mau diusung. Apakah indoor atau outdoor? Sekarang ini banyak yang menyewakan studio indoor tematik. Foto indoor dalam studio memiliki keuntungan: tidak terkena panas matahari, biasanya dalam ruangan ber-AC, waktu foto bisa se-waktu-waktu, lalu karena di dalam studio maka tidak perlu malu pada orang lain (masyarakat yang biasanya di outdoor). Outdoor sendiri menawarkan keuntungan sendiri, yaitu alam yang lebih natural, pada waktu-waktu tertentu (golden hours) bisa menghasilkan foto yang indah. Kadang keramaian yang ada memberikan nuansa tersendiri pada foto yang ada.

Apakah foto itu mau dilakukan secara casual atau formal? Tempat mana yang paling mendukung konsep kita?

2. Cari referensi fotografer sebanyak-banyaknya

Anda bisa mencari referensi fotografer di wedding expo, atau melalui rekomendasi dari orang lain. Coba lihat hasil-hasil foto sebelumnya, apabila cocok, anda bisa diskusikan tentang konsep yang ingin anda buat. Lihat umpanbalik dari fotografer itu, apakah sang fotografer memahami konsep anda? bagaimana sang fotografer bisa mengembangkan konsep yang anda inginkan? Jangan lupa, bagaimanapun fotografi adalah karya seni, sehingga anda sangat bergantung pada “sense & mood” sang fotografer.

3. Pertimbangkan biayanya

Walaupun tampaknya mudah, biaya fotografer biasanya cukup mahal.  Ini karena, dalam teknis pelaksanaannya memerlukan banyak pemikiran, mulai konsep lighting, perlengkapan yang dibawa dan lain-lain. Apabila anda memutuskan untuk berfoto indoor, maka akan ada tambahan biaya sewa studio. Lokasi outdoor tertentu juga membebani biaya pada fotografer itu. Coba pertimbangkan, sesuaikan budget dengan konsep yang anda inginkan.

4. Cari Make-Up Artist (MuA) yang sesuai

Konsep yang ingin diusung tentu membutuhkan make-up yang sesuai, cari make-up artist yang bisa memfasilitasi konsep anda. Biasanya MuA tradisional kurang sesuai dengan konsep modern. Silahkan negosiasi juga mengenai biayanya. Ada sistem polesan di awal saja, ataukah MuA mengikuti pasangan dalam menjalani photo session (biasanya pada outdoor).

5. Jumlah foto yang anda inginkan

Tentukan jumlah foto yang anda harapkan dari sang fotografer, baik pada saat pre-wed maupun pada saat resepsi. Biasanya fotografer high-end bisa memberikan hasil foto akad/ resepsi yang lebih banyak daripada yang low-end

6. Lama sesi foto dan post-processing

Anda juga perlu mempertimbangkan lama sesi foto dan toleransi kemunduran (terutama pada outdoor yang bergantung pada kondisi cuaca). Tidak dapat di-pungkiri hasil foto yang bagus memerlukan post-processing yang bagus pula. Pada fotografer profesional yang terbiasa melakukan foto semacam ini, maka waktu yang diperlukan relatif lebih cepat. Tanyakan lamanya post-processing ini agar hasil fotonya dapat dipasang pada saat resepsi berlangsung.

Semoga tips ini bisa berguna dan acara yang anda rencanakan bisa berjalan dengan lancar

 

Salam,

 

f

Posted on July 3, 2014 at 3:22 am